Oleh KH Abdullah Gymnastiar
BANYAK yang berpenampilan indah tetapi terhina, sebab dia tidak punya kesabaran, banyak orang yang akhirnya rugi padahal dia punya modal apa sebabnya karena dia tidak punya kesabaran. Banyak orang yang tergelincir ketika dilanda asmara dan tidak sabar, akibatnya rugi. Alangkah indahnya orang-orang yang diberi kesabaran.
Innalloha ma’ashoobiriin " Sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar (QS. 2; 153) " Sabar itu pahalanya bighoiri hisab, tiada terputus, maka sungguh aneh jikalau kita ingin dekat dengan Allah, ingin indah, ingin berpahala, ingin bahagia tapi tidak sabar, karena sabar itu kunci, kalau kita punya sabar maka kita akan punya pribadi yang indah, kalau kita punya sabar kita akan menjadi orang yang dekat dengan Allah, kalau kita punya sabar, kita akan mendapatkan ganjaran yang tiada terputus.
Setidaknya ada beberapa jenis kesabaran yang harus kita ketahui dalam hidup ini, yang pertama; Sabar ketika berkeinginan, kita ini kan hari-harinya dituntun oleh keinginan kalau tidak sabar keinginan inilah yang akan menjerumuskan kita. Jadi sabar yang pertama adalah meluruskan niat ketika kita punya keinginan.
Kita dikarunia Allah keinginan dan keinginan itulah yang menuntun sikap, kalau tidak sabar kita kehilangan niat, padahal niat adalah kunci diterimanya amal, ada orang yang cape pontang-panting, tapi tidak ada nilainya, karena apa? karena tidak sabar meluruskan niat,.. maka sebelum beramal wajib bagi kita untuk meluruskan niat, karena tanpa niat amal sia-sia.
Kadang orang tidak sibuk meluruskan niat tapi sibuk dengan perbuatannya, misalkan ingin membeli pakaian, kita harus bertanya dulu pada diri kita "perlukah saya membeli pakaian lagi, padahal dilemari masih banyak pakaian?" "Untuk Apa?" tapi kan ini warnanya kurang cocok ,….." kurang cocok kata siapa? "Jujur saja apakah warnanya kurang cocok ataukah ingin lagi? "Untuk apa memberatkan hisab, jikalau pakaian indah tapi kelakuan tidak indah tidak ada gunanya. Ketika sudah akan beli tanya lagi pada diri kita "benarkah kita beli sesuatu itu karena Allah atau karena ingin dipuji?” tanya.
Ingin menikah? Kita harus sabar untuk mengevaluasi dulu, kumpulkan informasi terlebih dahulu, studi kelayakan, pokoknya jika ingin sesuatu kumpulkan data terlebih dahulu. Sudah layakkah kita menikah? Jangan tergesa-gesa, renungkan dalam-dalam, kumpulkan informasi yang lengkap, bertanya kepada yang ahli, sebab kalau sudah ingin itu biasanya nafsu, kalau nafsu itu membutakan kebenaran. Kita harus sabar untuk bertanya, "benarkah niat saya ini? benarkah tujuan saya ini? mintalah petunjuk kepada Allah dengan shalat istikhoroh.
Lalu yang harus kita miliki kesabaran adalah Sabar Berproses , nah kita biasanya tidak sanggup untuk berproses, yang harus kita nikmati itu bukan hasil tetapi proses, karena yang jadi pahala itu proses, seperti membuat kue serabi misalnya; beras ditumbuk, lalu diayak, lalu marut kelapa, lalu diperas, lalu diolah, kemudian menyiapkan oncom untuk isinya, oncom digoreng, buat sambal oncom, belum lagi badan mengeluarkan keringat, tangan terparut, lalu harus menyiapkan pembakaran, kemudian setelah menjadi serabi? hanya sekejap saja makan dan menikmatinya begitu tidak sebanding dengan proses pembuatannya. Makanya rugi, kalau amal hanya ujungnya saja, karena bagi kita proseslah yang menjadi amal. Wallahu a’lam bish showab.
Sumber : Kolom Aa Gym, Harian Pontianak Post Harui Jumat, 09 Mei 2008
Jumat, 09 Mei 2008
Jenis - jenis Kesabaran
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar